Budidaya Jamur Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler & Pengembangan Kewirausahaan Sekolah

Posted by Jaya Tani Saluyu, Pusat PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TANGERANG dan BOGOR

budidaya jamur di sekolah jakarta, bogor, tangerang
Pembuatan Baglog Jamur


budidaya jamur di sekolah jakart, bogor, tangerang
Pelatihan penanaman bibit jamur ke dalam baglog


budidaya jamur di sekolah jakarta, bogor, tangerang

Jatayu, diundang dalam pelatihan pengenalan budidaya jamur tiram di SMA widuri, Jakarta




Pengenalan budidaya jamur sejak dini ada gunanya diperlukan sebagai salah satu cara alternatif pembelajaran biologi siswa siswi di sekolah. Dari pengenalan ini para siswa-siswi secara tidak langsung belajar mengenai siklus hidup jamur mulai dari perkembangan spora sampai berubah menjadi tubuh buah yang dapat dimakan, media tumbuh apa yang cocok dalam daur hidup jamur, nutrisi apa yang terkandung dalam media tumbuhnya, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur.

Di Malang, tepatnya di SMKN 6 Malang budidaya jamur bahkan sudah menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Dengan awal budidaya bermodal 200 baglog dilahan budidaya seluas 10x10 m, tidak kurang para siswa-siswi mampu memanen 20 kg jamur segar. Kini kapasitas tampung baglognyapun bertambah, dari yang awalnya 200 menjadi 1000 baglog dengan 15 rak budidaya jamur. Kegiatan ekstrakulikuler ini pun menjadi hal yang produktif dalam hal materi.

Lain lagi dengan sekolah berbasis keagamaan yang terletak di Jombang, yaitu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tembakberas. Kegiatan yang awalnya untuk mendongkrak nilai poin sekolah dalam meraih penghargaan ditingkat nasional, kini dikembangkan untuk menumbuhkan bakat wirausaha para siswa dengan memanfaatkan limbah sebagai media budidaya jamur. Limbah yang digunakan dalam budidaya jamur berupa serbuk gergaji, bekatul atau sekam yang ada di daerah tersebut. Para siswa dilibatkan dalam hal perawatan dan pembuatan bibit jamur. 

SMK PPN Paringin, Banjarmasin pun mulai mengembangkan budidaya jamur tiram. Budidaya jamur yang dikelola oleh guru dan para siswa ini bertujuan memberikan motivasi bagi para siswa untuk mencintai dunia pertanian. Diharapkan dari kegiatan ini, para siswa bukan hanya mampu mengembangkan dunia petanian, tapi juga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar dari hasil panen jamur segar. 

Pengenalan dan pengembangan budidaya jamur untuk menumbuhkan semangat wirausaha para siswa patut digalakan, apalagi ditengah mahalnya harga daging sapi dan ayam dipasaran yang tak dapat dijangkau oleh rakyat kecil, karena jamur sebagai sumber protein nabati tidak kalah kandungan gizinya bila dibandingkan dengan kedua daging tersebut.






sumber :
http://surabaya.tribunnews.com/2013/05/25/manfaatkan-limbah-siswa-di-mtsn-jombang-budidaya-jamur-tiram
http://www.malang-post.com/pendidikan/89635-smkn-6-kembangkan-ekskul-budidaya-jamur
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/02/17/kulat-bantilong-tumbuh-subur-di-balangan

Related Post