Inilah Teknik Mempertahankan Kesegaran Jamur tiram Lebih Lama

Posted by Jaya Tani Saluyu, Pusat PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TANGERANG dan BOGOR

jamur tiram bogor, tangerang dan jakarta


Daya tahan jamur tiram hasil panen yang kesegarannya hanya bertahan selama tiga hari menjadi masalah tersendiri bagi para petani jamur. Apalagi ketika panen raya tetapi permintaan pasar sedikit, seperti ketika memasuki hari raya Idul Fitri. Kendala semacam ini bisa membuat petani jamur merugi. 

Guru Besar IPB dari Fakultas Teknologi Pertanian, Ir. Tien R. Muchtadi belasan tahun yang lalu telah mengembangkan teknik pengawetan jamur tiram segar. Dengan teknik ini jamur tiram segar hasil panen daya tahannya mampu bertahan selama sebulan lebih. Cara pengawetan yang dikenalkan oleh R. Muchtadi terbagi menjadi empat cara, yaitu pengeringan, irradiasi, pengawetan segar dan pengalengan. Biasanya pengawetan jamur tiram di negara seperti Prancis, Swiss, Hongaria, Taiwan, dan Jepang hanya dengan cara dikalengkan. Berikut cara mempertahankan kesegaran/pengawetan jamur tiram segar:



Pengeringan

Teknik pengeringan dengan cara ini mampu mengawetkan jamur tiram sampai enam bulan. Tujuan dari teknik ini agar jamur hasil panen tidak cepat keriput dan berubah warna. Diperlukan alat khusus yang bernama fresh drier untuk pengawetan macam ini. Cara pengawetannya adalah sebelum jamur segar dimasukkan kedalam fresh drier, terlebih dahulu selama 10 menit jamur direbus dan direndam dalam larutan natrium bisulfit, lalu dimasukkan kedalam freezer supaya membeku. Setelah itu barulah dimasukkan kedalam fresh drier selama 5-6 jam, baru kemudian dikemas menggunakan plastik polipropilen. 


Irradiasi

Teknik irradiasi merupakan cara termudah dari keempat cara yang ada. Teknik ini mampu membuat jamur bertahan kesegarannya selama satu bulan. Kendalanya cuma satu, yaitu para petani jamur harus berhubungan langsung dengan lembaga yang berkewenangan dan memiliki teknologi radiasi sepeti BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional). Kemudahannya karena petani jamur hanya perlu mengemas jamur segar dalam suatu wadah yang diselubungi plastik polietilen selanjutnya tinggal meminta bantuan lembaga terkait untuk melakukan irradiasi dengan sinar gamma cobalt 60.


Pengawetan segar

Teknik pengawetan segar ini mampu membuat jamur bertahan selama satu bulan. Teknik ini merupakan teknik yang cocok diterapkan pada industri berskala rumah tangga. Dinamakan pengawetan segar karena dalam teknik ini jamur segar disimpan dalam keadaan basah, tidak mengalami perlakuan pemasakan. Natrium bissulfit dengan dosis 0,1-0,2% digunakan dalam teknik ini sebagai pengawet jamur karena sifatnya yang berfungsi sebagai anti mikroba dan menghambat proses perubahan warna tubuh buah jamur dari putih menjadi kecokelatan yang diakibatkan proses reaksi enzim polifenolase dengan udara bebas. 

Cara penerapan teknik ini yaitu jamur tiram hasil panen yang telah dibersihkan sebelumnya direbus terlebih dahulu dalam larutan asam sitrat dengan dosis 0,1% selama lima menit pada suhu 650C. Selanjutnya cuci dengan air matang lalu tiriskan. Setelah itu rendam dalam larutan garam, Natrium bissulfit dengan dosis 0,1-0,2%, dan asam sitrat 0,1%. Kemudian jamur yang telah mengalami perlakuan tersebut disimpan dalam botol tertutup bersama larutannya. 



Pengalengan

Teknik yang banyak digunakan di beberapa negara ini mampu menahan kesegaran jamur tiram selama dua tahun. Teknik pengalengan prinsipnya hampir sama dengan teknik pengawetan segar, hanya saja perlakuan penyimpanannya saja yang berbeda. Dalam teknik pengalengan, jamur yang sudah mengalami perlakuan dimasukkan kedalam kaleng dengan tambahan air matang, garam secukupnya dan larutan natrium bisulfit. Kaleng yang masih dalam keadaan belum tertutup tersebut selama 5-10 menit harus direbus terlebih dahulu didalam air mendidih guna mengeluarkan udara yang ada di dalam kaleng. Kemudian barulah kaleng ditutup dan disterilisasi dengan perebudan kembali pada suhu 1000C selama 35 menit. Setelah dingin, barulah jamur kalengan dapat disimpan.


Sumber: dari berbagai sumber

Related Post