.

Bidang Penggunaan Pupuk Organik Cair Bio MPM

Posted by Jaya Tani Saluyu, Pusat PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TANGERANG dan BOGOR


Cara membuat Pupuk Organik Cair

Cara membuat Pupuk Organik Cair


Bidang Penggunaan
            
Pupuk organik cair BIO MPM merupakan pupuk organik serba guna yang dapat digunakan diberbagai macam bidang, baik itu untuk bidang pertanian (palawija dan holtikultura), bidang perkebunan (tanaman jangka panjang dan jangka pendek, bidang peternakan serta bidang perikanan darat dan laut. Kemampuan ini dimiliki oleh pupuk organik cair BIO MPM dikarenakan unsur yang terkandung dalam pupuk cair organik BIO MPM telah merangkum kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh tanaman, ternak maupun perikanan untuk dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan alami dengan meningkatkan kualitas lingkungan (tanah, air dan pakan) bagi tanaman, ternak dan ikan serta memberikan kekebalan alami dari serangan penyakit dan hama.


Penggunaan Pupuk Organik Cair BIO MPM dengan Pupuk an-or­ga­nik (kimia)

Pada dasarnya pupuk organik cair Bio MPM telah mengandung 13 unsur alam yang diperlukan oleh tanaman, ternak dan perikanan untuk tumbuh berkembang secara normal, ditambah dengan kandungan asam humat, asam vulvat sebagai pelarut sisa-sisa kimia dalam tanah (untuk perbaikan struktur ta­nah) dan asam amino (protein) dan lemak sebagai pemacu produktifitas dan meminimalkan resiko kematian (mortalitas), serta sebagai vitamin pen­du­kung.

Kandungan tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan hidup tanaman, ternak dan ikan sehingga sangat dianjurkan untuk tidak lagi menggunakan pupuk kimia, karena selain biaya yang cukup besar untuk ongkos pupuk kimia, efek samping penggunaan pupuk kimia akan menghambat proses penyehatan lahan, pertumbuhan dan perkembangan tanaman, ternak dan ikan yang sedang dilakukan oleh pupuk organik cair BIO MPM.

Pemerintah Indonesia melalui Departemen Pertanian telah men­ca­nang­kan tahun 2010 sebagai tahun dimulainya PERTANIAN OR­GA­NIK, dan di­ha­pus­kannya Sistem Pertanian An-Organik (kimia). Prog­ram pertanian organik ha­rus didukung semua kalangan khususnya PETANI, dimulai dengan perubahan pola pikir tentunya.



Penggunaan Pupuk Organik Cair BIO MPM dengan Pestisida Kimia

Kandungan pupuk organik cair BIO MPM yang terdiri dari berbagai macam jenis mikroba positif (organisme kecil) sangat rentan dengan racun yang dikeluarkan oleh pestisida kimia, sehingga penggunaan pestisida kimia bersamaan dengan penggunaan pupuk organik cair BIO MPM sangat tidak diharapkan (dilarang) karena selain menghilangkan hasil yang diharapkan dari penggunaan pupuk organik, hasil pertanian yang terkena/mengandung endapan racun pestisida kimia berdampak buruk bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang, bahkan dibeberapa negara seperti singapura, hasil pertanian yang mengandung racun kimia dilarang untuk dikonsumsi.

Ditambah lagi, secara alami pupuk organik cair BIO MPM telah mengandung nutrisi yang lengkap yang dapat memberikan kesehatan alami bagi tanah, tanaman, ternak dan ikan, disamping itu kandungan pupuk organik cair BIO MPM akan merangsang dan memperbanyak senyawa “POLIFENOL” yang mampu memberikan kekebalan alami bagi tanaman, ternak dan ikan, sehingga tanaman, ternak maupun ikan akan sehat dan tidak mudah terserang penyakit dan hama.

Namun apabila terjadi kasus serangan hama atau penyakit sekalipun pupuk cair organik BIO MPM dapat digunakan sebagai ramuan alami untuk menciptakan pestisida hayati yang mampu mengusir penyakit dan hama serta aman bagi lingkungan dan manusia. 


Penggunaan Pupuk Cair Organik BIO MPM dengan Pupuk Organik Tradisional (kandang / kompos)

Pupuk organik cair BIO MPM dapat memaksimalkan penggunaan pupuk organik tradisional seperti kandang dan kompos pada saat olah tanah/pembajakan.

Namun pada saat perawatan tanaman, pupuk organik cair BIO MPM dapat menggantikan penggunaan pupuk organik tradisional, terlebih jika dilihat dari segi kandungannya, pupuk organik tradisional masih mengandung bakteri patogen (negatif/perusak) yang dapat merugikan tanaman, sementara pada pupuk cair organik BIO MPM kandungan bakteri patogen tersebut telah hilang dengan sendirinya pada proses fermentasi sehingga hanya menyisakan bakteri saprofit mutualisme (bakteri positif) yang dapat memberikan kebaikan bagi tanaman, lingkungan dan manusia.

Patut untuk diketahui, bahwa penggunaan 1 (satu) ton pupuk kandang dapat digantikan hanya dengan 1 (satu) liter pupuk cair organik BIO MPM, dikarenakan kandungan nutrisi yang terkandung pada pupuk organik cair BIO MPM lebih padat dan berisi dibandingkan dengan kandungan yang terdapat pada pupuk organik tradisional, jika diibaratkan dengan gula, maka dari 1 ton tebu hanya menghasilkan beberapa kilogram gula saja. Demikian pula halnya dengan pupuk cair organik “BIO MPM”, disajikan dalam bentuk ekstrak/saripati pupuk kandang/kompos tadi.

Baca Juga:
Latar Belakang Lahirnya Pupuk Organik Cair Bio MPM

Related Post