TEMPAT BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Posted by Jaya Tani Saluyu, Pusat PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TANGERANG dan BOGOR

kumbung jamur tiram, merang, kuping, shitake, eryngi, kancing

kumbung jamur tiram, merang, kuping, shitake, eryngi, kancing

Usaha budidaya jamur tiram, selain prosfektif dan potensial, bisa dibilang menarik juga. Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha yang sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Kemudahan inilah yang banyak menarik orang untuk dapat mencobanya. Namun, banyak juga yang berfikir usaha ini membutuhkan modal yang sangat besar karena berbagai faktor. Salah satunya adalah permasalahan tempat budidaya.
Jamur tiram merupakan jenis jamur kayu, yaitu jamur yang keadaan aslinya tumbuh di hutan, di kayu-kayu dengan kondisi lingkungan yang relatif lembab. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan mengenai manfaat kandungan jamur tiram, jamur tiram pun mulai dikenal dan memiliki nilai jual di pasar. Keadaan inilah yang menyebabkan banyak petani mulai mempelajari budidaya jamur tiram.
Jamur tiram menyukai lingkungan yang lembab dan teduh. Kondisi lingkungan ini merupakan hal terpenting dalam pembudidayaan jamur tiram. Budidaya jamur tiram banyak diusahakan di daerah dataran tinggi, karena kondisi lingkungannya sesuai dengan habitat aslinya. Namun, daerah dataran rendah pun memiliki kemungkinan yang baik dalam budidaya jamur tiram, asalkan pembudidaya mengerti bagaimana cara menyesuaikan kondisinya seperti kondisi lingkungan jamur tiram yang asli. Kondisi lingkungan yang lembab, teduh, dan tidak langsung terkena sinar matahari ini akan mengoptimalkan pertumbuhan jamur tiram.
Pembudidaya jamur tiram biasanya akan membuat tempat khusus yang berbentuk rumah (kumbung). Kumbung jamur tiram tidak membutuhkan lahan yang luas, cukup dengan lahan 6x6 m2 kumbung dapat didirikan. Biasanya kumbung terbuat dari bilik bambu yang beratapkan ijuk. Namun, dalam membentuk tempat hidup jamur tidak diharuskan terbuat dari bilik saja. Itulah sebabnya dikatakan bahwa budidaya jamur tiram tidak harus membutuhkan modal yang besar (fleksibel), karena dapat diusahakan sesuai modal yang ada.
Tempat budidaya jamur tiram sebaiknya memiliki jarak yang dekat dengan sumber air, sehingga ketika musim kemarau tiba jamur tidak kesulitan mendapatkan air dan lingkungan lembabnya. Selain itu, lokasi budidaya yang dipilih sebaiknya dekat dengan jalan, agar sarana transportasi mudah melaluinya. Pemilihan lahan yang datar dapat mempermudah melakukan kegiatan budidaya di kumbung jamur tiram.

Baca juga:

Related Post