PEMBUATAN BAGLOG JAMUR TIRAM

Posted by Jaya Tani Saluyu, Pusat PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TANGERANG dan BOGOR


pembuatan media (baglog) jamur tiram, merang, kuping, shitake, eryngi

Sewaktu pembudidaya jamur ingin meningkatkan hasil jamurnya, maka jumlah baglog dan campuran baglog pun ditingkatkan. Baglog merupakan tempat/wadah dari plastik yang sudah berisi campuran baik serbuk kayu, dedak, tepung jagung, dan kapur yang kemudian disterilkan dan ditanami bibit jamur. Baglog jamur biasanya berisi/ditanami bibit dari jamur tiram, kuping, shitake, dan berbagai jenis bibit jamur lainnya.
Baglog jamur tiram dibuat dengan mencampurkan berbagai media. Campuran bahan tersebut terdiri atas; Serbuk kayu, dedak, kapur. Adapun penambahan bahan lain seperti tepung jagung, tapioka, dan ampas tebu digunakan untuk meningkatkan nutrisi jamur tiram.
Berikut langkah-langkah pembuatan baglog:
1.      Pencampuran
Pencampuran media dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan ataupun dengan menggunakan alat, tergantung media yang tersedia. Pencampuran harus dilakukan secara merata, sehingga campuran tidak membentuk gumpalan-gumpalan antara serbuk kayu dan kapur yang dapat menghambat pertumbuhan bibit jamur yang ditanam.
2.      Pengomposan
Media tanam yang telah tercampur dikomposkan untuk menguraikan senyawa-senyawa yang berada di dalamnya, sehingga menjadi lebih sederhana dan dapat dengan mudah diserap serta dicerna oleh jamur. Pengomposan dilakukan dengan cara yang sederhana, yaitu dengan menumpuk media tanam setinggi 50 cm, lalu ditutup dengan lembaran plastik selama 1-2 hari hingga suhunya mencapai 45°C dengan kadar air 50 – 65% dan pH 6 – 7.

pembuatan media (baglog) jamur tiram, merang, kuping, shitake, eryngi

3.      Pembungkusan
Setelah dikomposkan, media tanam dimasukkan ke dalam kantong plastik polipropilen (PP) berukuran (17x35 cm, 17x30 cm, 18x30 cm) berkapasitas 1-1.5 kg. Media dipadatkan agar bibit bisa ditanam secara merata. Proses pembungkusan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau dapat dilakukan dengan menggunakan mesin khusus. Secara manual, pemadatan media dilakukan dengan menggunakan botol atau alat sejenis. Pemadatan dilakukan sampai media mencapai ketinggian sekitar 20 cm.
4.      Sterilisasi Baglog
Sterilisasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan drum minyak tanah yang dimodifikasi. Drum disekat dengan menggunakan anyaman kawat atau ram tepat di bagian tengahnya, sehingga menyerupai dandang untuk mengukus masakan. Bagian bawah anyaman kawat tersebut diisi dengan air, kemudian baglog disusun dan diatur secara bertumpuk di atas kawat. Drum dipanaskan sampai air di bagian bawah kawat mendidih. Uap panas bertekanan tinggi yang berasal dari rebusan inilah yang mensterilkan tumpukan baglog.

pembuatan media (baglog) jamur tiram, merang, kuping, shitake, eryngi

5.      Pendinginan
Sebelum dilakukan inokulasi bibit jamur, baglog perlu didinginkan terlebih dahulu selama 12 jam hingga suhunya mencapai 35 - 40°C. Jika suhu masih lebih dari 40°C, bibit jamur yang diinokulasikan tidak akan tumbuh. Pendinginan dapat dilakukan dengan bantuan kipas angin atau blower agar lebih cepat.

Related Post