BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

Posted by Jaya Tani Saluyu, Pusat PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TANGERANG dan BOGOR

budidaya jamur konsumsi: merang, kuping, eryngi, shitake, enokitake,


Budidaya jamur tiram dapat dilakukan dengan teknik sederhana dan ramah lingkungan. Teknik tersebut yaitu dengan memanfaatkan limbah gergajian kayu. Proses produksi jamur tirampun dapat direkayasa sendiri sehingga waktu hasil panen dapat dipercepat. Hasil panen ditentukan oleh media tanam, penanaman bibit dan pemeliharaan. Selain itu budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha yang prospektif dan potensial. Prosfektif karena merupakan konsumsi masyarakat sehari-hari dan potensial karena bahan baku mudah diperoleh dan murah, kebutuhan skill tidak begitu tinggi, proses pemeliharaan tergolong mudah, tidak memerlukan lahan yang luas, budidaya jamur tiram tidak mengenal musim sehingga dapat menghasilkan keuntungan terus menerus sepanjang tahun, serta kompos bekas media tanam tidak mencemarkan lingkungan, dapat digunakan untuk pupuk kolam ikan, campuran pakan ikan, campuran pakan ternak, dan media memelihara cacing. 

Media tanam jamur yang digunakan merupakan campuran dari serbuk kayu, dedak, dan kapur. Adapun penambahan bahan lain seperti tepung jagung, tapioka, dan ampas tebu untuk meningkatkan nutrisi jamur tiram. Campuran tersebut dilarutkan dalam air sampai kelembaban 50-60%, kemudian dimasukan ke dalam plastik lalu disterilkan setelah itu ditanami bibit jamur. Perawatan dan pemeliharaan jamur tiram dapat dilakukan seperti kegiatan sehari-hari fleksibel dan sederhana. Pemeliharaan jamur tiram dapat dilakukan dengan membersihkan kumbung dari segala kotoran, pengecekan rak yang tidak kokoh, pengecekan suhu dan kelembaban ruangan, pengaturan sirkulasi udara, penyiraman, panen dan pasca panen, penanggulangan hama dan penyakit jamur serta baglog jamur ditata dengan rapi dan dibersihkan dari segala kotoran, parit atau saluran drainase dibersihkan dari gulma dan semak belukar. Untuk meningkatkan hasil produksi jamur maka pembudidaya jamur tiram sebaiknnya melakukan penyiraman intensif serta penggunaan pupuk organik (khusus jamur) dapat meningkatkan bobot serta tubuh buah jamur. Hal ini pernah dan biasa dilakukan oleh mitra jamur kita di daerah Ciledug, Bogor, dan Depok. Hasil jamur meningkat diatas rata-rata, sehingga lebih meningkatkan penghasilan dan meraup keuntungan dari mendulang serbuk menjadi emas. 

Konsep dalam mendulang serbuk menjadi emas, pembudidaya jamur sebaiknya merawat, mengembangkan, dan memupuk baglog jamur. Pemupukan dapat dilakukan 3 kali selama satu minggu, agar dihasilkan jamur tiram segar dengan bobot yang lebih besar.

Related Post